Rabu, 13 Mei 2015 - 13:24:48 WIB
Serunya Debat Mahasiswa 5 Perguruan Tinggi di Manado
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Universitas - Dibaca: 677089 kali

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Mengembangkan Paradigma Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan Demi Konsolidasi ke Indonesia. Itulah tema dari kegiatan Debat Bahasa Indonesia yang diselenggarakan Badan Tadzkir Politeknik Negeri Manado, Sabtu (28/2/2015). Bertempat di gedung aula kantor pusat Politeknik Negeri Manado, lima universitas yang ada di Kota Manado ikut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan yang menjadi salah satu Program Kerja (Proker) BT Politeknik Negeri Manado. Kelima Universitas ini yakni Unisrat, Unpi, Stik Trinita, Stisip Merdeka dan juga Politeknik Negeri Manado selaku tuan rumah.

Acara yang dimulai pukul 10.00 Wita ini dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Manado Jemmy Rangan yang diwakili oleh Effendi Rasyid. Dalam sambutannya Effendi berharap agar dengan adanya kegiatan seperti ini bisa lebih mengembangkan wawasan Mahasiswa, khususnya dalam bidang pemerintahan dan birokrasi. Effendi menilai, di Sulawesi Utara masih kurang dalam mengadakan event positif semacam ini, berbeda dengan beberapa daerah lainnya dimana event seperti ini menjadi daya tarik masyarakat, khususnya para mahasiswa.

Dalam lomba kali ini, lima universitas ini dibagi kedalam dua grup, yakni grup A yang beranggotakan Unsrat dan Stisip, sedangkan untuk grup B diisi Unpi, Stik dan juga Politeknik. Debat pertama dimulai dari Grup A, yakni Unsrat berhadapan dengan Stisip, dimana tiga pembicara dari masing-masing universitas memberikan argument sesuai dengan topic yakni “Pemekaran Bolaang Mongondow Raya”. Kedua tim dibagi memberikan argument sesuai dengan pemahaman mereka, dan dibagi menjadi pihak yang Pro maupun yang kontra dengan topiknya.

Tiga topic lainnya menjadi bahan dari tiga tim yang tergabung dalam grup B. Topik kedua yakni pembangunan rel kereta api di Kota Manado, yang menjadi topic antara Politeknik melawan Stik Trinita. Topik ketiga reklamasi pantai di Kota Manado untuk Unpi dan Politeknik, dan topic keempat menjamurnya e-Franchise di Manado yang diperdebatkan Unpi an Stik Trinita.

Setelah dinilai oleh tiga orang juri, akhirnya empat tim dipastikan lolos untuk masuk ke babak semifinal dan grandfinal, yakni Politeknik Negeri Manado, Unsrat, Stik Trinita dan Stisip Merdeka, sedangkan Unpi harus gugur dalam babak pertama ini. Keempat tim ini akan kembali menyampaikan argumen mereka dengan topic yang berbeda, besok, Minggu (1/3/2015).

Ketua BT Politeknik Negeri Manado, Abdul Malik Panu saat diwawancarai Tribun Manado mengungkapkan acara debat bahasa Indonesia ini sebagai ajang untuk mendekatkan tali persaudaraan, khususnya antara sesama pengurus badan tadzkir universitas yang ada di Kota Manado. Ia pun berharap, acara ini bisa mengembangkan paradigm mahasiswa untuk lebih kritis dalam melihat permasalahan yang ada di Negara ini, dengna melihat berbagai permasalahan yang ada.

“Mahasiswa tentu harus bisa lebih kritis dalam melihat apa yang terjadi di Negara tercinta kita ini. Namun tentunya harus dengan cara yang positif, dengan memberikan argument atau pandangan kita, dan tentunya jauh dari unsur-unsur tindakan anarkisme,” ujar Abdul. (tribunmanado/muhammad cahya pratama)



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)